WWW

Selasa, 19 Maret 2013

Fisika Kuantum


Fisika kuantum sering disebut relativitas umum yang merupakan salah satu pilar fisika modern. Dasar dari mekanika kuantum adalah bahwa energi itu tidak kontinyu, tapi diskrit — berupa ‘paket’ atau ‘kuanta’. Konsep ini revolusioner — bertentangan dengan fisika klasik yang berasumsi bahwa energi itu berkesinambungan.
dimana,
E = h.f
di mana
* E adalah energi (J),
* h adalah tetapan Planck, h = 6.63 \times 10^{-34}\! (Js), dan
* f adalah frekuensi dari cahaya (Hz)

(Pustaka Fisika).Salah satu cabang bergensi dari disiplin ilmu Fisika yakni Fisika Kuantum (Quantum Physics). Sejak awal abad ke-20, fisika kuantum mulai berkembang sebagai cabang baru dalam teori fisika dan digunakan untuk memahami rahasia interaksi antara materi dan radiasi. Ketidakmampuan mekanika klasik dan teori elektromagnetisme dalam menjelaskan efek tertentu dari radiasi membuat para fisikawan merasa perlu untuk mengembangkan kerangka teori yang baru. Fisikawan dibingungkan oleh sifat cahaya yang tersusun atas garis-garis spektrum, seperti yang telah ditemukan sebelumnya oleh Joseph Von Fraunhover (1787-1826). Garis-garis spektrum ini kemudian diketahui sebagai ciri khusus dan berbeda pada masing-masing zat. Namun, saat itu tidak ada yang mampu menjelaskan fenomena ini, sampai kemudian butuh waktu sekitar 100 tahun untuk menunggu lahirnya teori kuantum.
Dalam banyak hal, teori kuantum berbeda dengan teori relativitas einstein, meskipun keduanya sama-sama dianggap sebagai tonggak ilmu fisika modern. Teori Relativitas einstein lebih memfokuskan diri pada kajian makrokosmos, sebaliknya teori kuantum lebih membidangi masalah partikel subatomik. Hal lainnya adalah, perbedaan dengan Relativitas, teori kuantum bukanlah pekerjaan satu orang, namun merupakan usaha kolaboratif dari beberapa fisikawan cemerlang. Dirintis oleh Niels Bohr, terus berlanjut ke Erwin Schrodinger, Wolfgang Pauli, dan Max Born, serta dua nama yang paling menonjol dari semuanya, yakni Max Planck dan Werner Heisenberg. Bahkan, Planck diakui sebagai pencetus teori kuantum, sedangkan Heisenberg sangat berjasa karena berhasil merumuskan salah satu hukum fundamental dalam teori kuantum, yakni Prinsip Ketidakpastian.
Max Planck, sekitar tahun 1900,  melakukan pengamatan terhadap radiasi yang dipancarkan oleh benda yang dipanaskan. Berdasarkan data pengamatan tersebut, ia mengembangkan formulasi baru yang menjelaskan fenomena spektrum radiasi. Hasilnya adalah, Planck mensyaratkan bahwa energi ketika dipancarkan atau diserap, haruslah dalam bentuk diskrit, atau sering populer disebut dengan kuanta. Hukum dasar yang  juga berhasil ditemukan Planck yakni; energi dari masing-masing kuanta sama dengan frekuensi radiasinya dikalikan dengan sebuah konstanta Planck. Penemuan ini jelas menggemparkan, karena bertentangan dengan teori yang telah mapan pada waktu itu (teori gelombang/elektromagnetik).
Bahkan, pada awalnya Planck sendiri kurang yakin dengan penemuannya, begitu juga dengan keraguan yang datang dari kebanyakan fisikawan saat itu. Tetapi, satu per satu bukti tentang penemuan Planck mulai terlihat. Diantaranya yang paling populer adalah seperti yang berhasil ditunjukkan oleh Fisikawan Albert Einstein melalui efek Fotolistriknya. Melalui penemuan ini pula, Einstein berhasil meraih Nobel dalam bidang Fisika.
Gambar: Percobaan fotolistrik Einstein
Meskipun teori Fisika Kuantum sebagian besarnya mempelajari bagian terkecil penyusun semesta (mikrokosmos) tetapi hasilnya akan berdampak luas untuk menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan cara kerja dari semesta kita (makrokosmos). Pengetahuan tentang semesta bahwa ia tersusun dari sejumlah besar materi dan energi, membuat teori kuantum merasa perlu untuk ambil bagian dalam usaha untuk menjelaskan struktur dari alam semesta. Bahkan. teori ini telah sangat berani untuk memberikan gambaran mengenai cara alam semesta kita bermula

kesimpulan fisika quantum ?
Fisika Quantum ialah ilmu yang mempelajari blok bangunan alam semesta; ilmu yang menjelaskan bagaimana keseluruhan di dunia ini hadir sebagai kenyataan..Hal ini menyangkut benda2 sangat kecil yang membentuk dunia secara keseluruhan.
Segalanya yang Anda lihat bukanlah benda padat seperti yang terlihat. Kembali pada pelajaran sekolah, kita diajarkan bahwa setiap benda padat terdiri dari molekul2 dan molekul2 itu terdiri dari atom2. Jadi berarti lengan anda atau kursi yang anda duduki sekarang adalah terdiri dari atom2 yang sangat kecil yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang. Atom2 yang tadinya dikatakan sebagai benda terkecil yang ada ternyata terdiri lagi dari partikel sub atom, yang tidak memiliki kepadatan sama sekali.
Mereka pada hakekatnya, kumpulan atau gelombang2 informasi dan konsentrasi energi. Jadi tangan atau kursi yang anda duduki adalah tidak lain dari energi dan informasi.
Hal ini mungkin terasa sulit dipahami pertama kalinya; Saya berada pada persimpangan seperti anda sekarang. Bagaiman bisa segalanya yang padat terbuat dari energi? Baik, hal itu sederhananya dikarenakan setiap peristiwa yang terjadi dalam tingkat quantum berada pada kecepatan cahaya yang pada kecepatan ini, adalah diluar kemampuan indera kita untuk memproses segalanya secara detil.
Fenomena ini mencipatakan sebuah illusi yang membuat persepsi yang seolah olah benda padat itu kenyataan padahal sebenarnya bukan. Jadi apakah realitasnya?
Untuk itu, dapat dikatakan bahwa seluruh dunia fisik dimana Anda berada termasuk diri Anda sendiri adalah terdiri dari bukan apa-apa kecuali energi yang bergetar pada frekuensi yang berbeda. Apa yang membuat perbedaan antara kau dan aku atau kursi adalah perbedaan frekuensi yang masing-masing dari kita yang bergetar. Sekali lagi, aku tahu ini sulit untuk diterima tetapi bagaimanapun ini adalah kebenaran.
Jika Anda tidak dapat menerima ide di atas, mari kita lihat persamaan terkenal Albert Einstein, E = MC2. Energi (E) setara dengan Massa (M) kali kuadrat Kecepatan Cahaya (C). Persamaan ini hanya memberitahu kita bahwa baik energi dan materi (massa) mengacu pada hal yang sama hanya dalam bentuk yang berbeda, energi setara dengan massa. Semua yang terlihat di seluruh alam semesta adalah manifestasi dari energi dan informasi.
Saya berharap bahwa Anda tidak tersesat di dunia kuantum. Berikut fakta lain tentang partikel subatom.
Salah satu fakta yang paling menarik tentang partikel subatom yang juga dikenal sebagai kuanta adalah bahwa, mereka tidak baik partikel dan gelombang; mereka keduanya.
Dalam usaha untuk mengukur sifat-sifat partikel subatom, sekelompok ilmuwan menemukan bahwa, tergantung pada bagaimana mereka berusaha untuk mengukur, mereka menemukan bahwa kuanta ini adalah partikel partikel ketika sebuah alat pengukur digunakan dan di sisi lain, kuanta ini adalah gelombang ketika gelombang-alat pengukuran yang digunakan.
Fakta yang paling mengejutkan tentang hal ini adalah atom tidak memiliki sifat seperti gelombang dan gelombang tidak memiliki sifat seperti partikel. Mereka adalah dua barang yang sama sekali bertentangan.
Apa pun yang diinginkan oleh ilmuwan untuk terjadi, seperti itu pula hasilnya. Atau dengan kata lain, para ilmuwan menentukan hasil percobaan melalui partisipasi mereka dalam memilih peralatan pengukuran. The partikel-partikel subatomik menjadi apa pun yang mereka berusaha untuk mengukur dan dengan demikian, realitas dibentuk oleh mereka sendiri!
Sekarang Anda bisa melihat bahwa semuanya terhubung dengan segala sesuatu yang lain. Pikiran Anda membentuk realitas Anda (seperti apa yang para ilmuwan menemukan dalam percobaan mereka).
Dunia ini tidak benar-benar ada di luar sana, hal itu ada dalam diri Anda dan Anda memilih dunia Anda dengan hanya melihat dunia dengan cara Anda melihatnya dalam pikiran Anda, seperti para ilmuwan mencoba untuk mengukur sifat-sifat partikel subatom.
Anda dapat mempengaruhi hasil dunia Anda dengan mengubah cara Anda melihatnya. Energi tidak memiliki bentuk dan pikiran Anda membentuknya ketika Anda saat itu mengamati mereka.
Terakhir, penemuan partikel subatom juga mengarah pada kutipan yang terkenal, "Jika Anda dapat melihatnya di pikiran Anda, Anda dapat memegangnya di tangan Anda" dan itu sangat menakjubkan.
Di Barat, hubungan fisika quantum dan pikiran banyak sekali dibahas. Dengan sains fisika quantum dapat dijelaskan atau dibuktikan bahwa pikiran dan perasaan seseorang bisa menciptakan realitas yang diinginkannya.

Dengan mempelajari fisika quantum maka akan lebih jelas dan kita lebih yakin bahwa kita tidak bisa lagi membiarkan pikiran kita berkelana semaunya. Apa yang terus fokus kita pikirkan dengan perasaan dan keyakinan akan menjelma menjadi kenyataan. Baik atau buruk.

Teman yang selalu positip, lingkungan dan bacaan yang selalu positip akan menentukan masa depan realitas kita. Mari kita saling berdiskusi ttg hal ini agar lebih menghayati dan memanfaat kekuatan pikiran untuk mengubah masa depan kita kearah yang lebih menyenangkan.

Menarik sekali ternyata teman2 banyak yang memahami tentang fisika kuantum dan malah sampai ke mekanika kuantum. Yang paling menarik dari sifat subatomic particle ialah frekwensi dari vibrasi yang dikeluarkan dari energi sub atom tersebut. Partikel sub atom tersebut ternyata juga terdiri lagi dari quark dan leptron. Vibrasi energi subatom tsb juga dipancarkan oleh pikiran dan perasaan. Sedangkan most of the our time biasanya dikuasai oleh subconscious mind.

Batin bawah sadar yang terekam secara tidak sadar dari pengalaman mulai dari usia anak2 itulah yang mendominasi vibrasi yang dipancarkan oleh individu. Bagaimanapun seseorang berpikir positip bila blue print pikiran bawah sadarnya di dominasi oleh blue print bawah sadar yang berfrekwensi negatip maka hal2(benda, orang atau situasi) negatip yang di attract oleh kita. Hukum ini sering disebut Law of Attraction.

Barrangkali kita tidak terlalu perlu memahami penjelasan ilmiah secara detil tentang fisika kuantum yang penting kita mengetahui cara bekerjanya dan sifat building blocks of the universe tsb dan memanfaatkannya untuk kepentingan manusia agar bisa lebih berbahagia dan selalu bersyukur. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar